News Update :
Home » , » Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor

Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor

Penulis : Unknown on Senin, 09 Juli 2012 | 17.13

Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor - Asap kendaraan yang kaya timah hitam tak hanya membuat paru-paru gosong dan fungsi jantung rewel, melainkan juga menjadi biang menurunnya tingkat kecerdasan. Menurut Dokter Jamal Hisham Hashim, seperti dikutip Koran The Straits Times, edisi akhir bulan silam, tingginya kadar timah hitam dalam darah bisa mempengaruhi fungsi saraf dalam menangkap kejadian di sekitarnya. "Racun timah hitam bisa membuat IQ (intelligence quotient) anak-anak menjadi rendah," ujar peneliti di Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Kebangsaan Malaysia, tersebut.




Ucapan Jamal bukan tanpa alasan. Ia membuktikan lewat hasil penelitian terhadap 400 siswa di empat sekolah dasar di Kuala Lumpur dan Trengganu. Dalam studi yang berlangsung pada 2010 tersebut, ia memilah empat sekolah itu menjadi dua bagian: yang berdekatan dan yang berjauhan dari jalan raya. Jamal memperhatikan kedekatan sekolah dengan jalan raya, karena udara di jalan raya kaya dengan kandungan bahan berbahaya timah hitam. Logam berat itu bersenyawa dengan TEL (tetra ethyl lead) sebagai campuran bahan bakar bensin untuk menaikkan angka oktan -yang penting untuk menghindari bunyi mesin mobil yang mengklitik.

Hasil pemeriksaan itu menunjukkan, kandungan timah hitam dalam darah anak-anak sekolah yang berdekatan dengan jalan raya di Kuala Lumpur lebih dari 6 mikrogram per desiliter. Angka ter- sebut dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan hasil penelitan pada pelajar sekolah yang jauh dengan jalan raya di kota yang sama. Sementara itu, kondisi di Trengganu malah lebih parah. Darah siswa yang sekolahnya di pinggir jalan raya mengandung timah hitam di atas 10 mikrogram per desiliter. Sedangkan darah murid dari sekolah yang berjarak 500 meter dari jalan raya rata-rata mengandung timah hitam jauh di bawah angka itu.

Lalu Jamal dan koleganya mengukur tingkat kecerdasan anak-anak itu. Para siswa tersebut harus mengikuti tes IQ, misalnya tes verbal dan kecepatan daya tangkap yang umumnya dipakai para peneliti. Dari situ bisa didapat angka yang menggambarkan ting- kat kecerdasan seseorang. Hasilnya: anak-anak yang sekolahnya berdekatan dengan jalan raya mempunyai tingkat kecerdasan, keterampilan, dan koordinasi anggota badan yang lebih rendah ketimbang anak-anak yang jauh dari jalan raya. Namun Jamal tak
menyebutkan angka pastinya. "Sepintas anak itu tak menunjukkan terkena penyakit yang disebabkan timah hitam tersebut," ujarnya.

Jamal menduga kebiasaan anak kecil untuk memasukkan tangan dan benda apa saja ke mulutnya sebagai biang tingginya kadar timah hitam dalam darah. Mereka tak merasakan bahwa di tangan mereka telah menempel bahan kimia beracun. Selain itu, tinggi tubuh anak-anak pada umumnya mendekati posisi pipa knalpot kendaraan bermotor. Lebih parah lagi, logam berat tidak bisa terbang tinggi di udara.

Semua itu memungkinkan anak-anak lebih banyak menyantap udara yang terkontaminasi tersebut, baik lewat tangan, benda yang dimasukkan ke mulut, maupun udara yang dihirup. Sistem kekebalan anak-anak masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga racun yang masuk ke tubuh mereka lebih cepat bereaksi dalam darah. Untuk itu Jamal menganjurkan, sekolah yang dekat dengan keributan jalan raya sebaiknya dipindahkan. Pengaruh timah hitam terhadap kemampuan otak ini bisa jadi benar. Caranya? Bahan beracun ini masuk ke sistem pernapasan, kemudian bercampur dengan darah, lalu darah yang sudah terkontaminasi ini mengalir ke seluruh tubuh -termasuk sistem saraf. Maka ada kemungkinan, oksigen yang biasanya berfungsi memberi makan kepada saraf juga teracuni. Akibatnya, kecerdasan pun mengalami penurunan.

Profesor Umar Fahmi Achmadi mendukung temuan Jamal. "Di Meksiko pernah dilakukan riset serupa. Dari penelitian itu terbukti bahwa anak-anak yang teracuni dengan timbal dengan angka 8 sampai 10 mikrogram kehilangan IQ sampai 8-10 poin," ujar ahli kesehatan masyarakat Universitas Indonesia ini. Begitu pula studi yang pernah dilakukan di Port Pirrie, Australia Selatan. Di kota itu anak-anak yang bersekolah di tepi jalan kurang cerdas dibandingkan dengan anak-anak yang bersekolah jauh dari jalan raya. Padahal standar gizi anak-anak sekolah itu sama. "Secara umum, anak yang terkontaminasi timbal biasanya kurang aktif dan kurang kritis berpikir," katanya.

Kondisi yang lebih parah tentu bisa terjadi pada anak-anak sekolah di Jakarta, yang tingkat polusinya relatif lebih tinggi. Di kota metropolitan ini, sekitar 70% pencemaran udara berasal dari emisi kendaraan bermotor yang mengandung timah hitam -36% di antaranya berasal dari sepeda motor dan 34% berasal dari mobil pribadi.

Cuma, Umar mengakui bahwa studi semacam itu belum dan sulit dilakukan di Jakarta, sebab biang kekurangcerdasan anak di Jakarta beragam. Selain lantaran timah hitam, penurunan tingkat kecerdasan anak di kota metropolitan ini juga bisa diakibatkan belum meratanya pemenuhan standar gizi.

Sumber

Tahukah Kamu?

Nama dari kembar gemini adalah Castor dan Pullox
Itulah berita untuk 'Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.
Share this article :
 
Design Template by Mas Kentir | Support by creating website | Powered by Blogger