News Update :
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Potret Wajah Dunia Pendidikan Indonesia

Penulis : Unknown on Kamis, 02 Mei 2013 | 10.22

Kamis, 02 Mei 2013

Sudah sejak lama semua pihak di indonesia sepertinya menyadari kondisi pendidikan yang semakin terpuruk, apakah hal tersebut disengaja atau tidak namun  secara kasat mata kondisi pendidikan yang cukup memprihatinkan tersebut senantiasa  dijadikan sebagai alat untuk “bahan dagangan” saat kampanye pemilihan pemimpin-pemimpin di negara ini. Carut marut dan keterpurukan dunia pendidikan di Indonesia semangkin terlihat jelas, disaat data  yang diperoleh dari hasil pelaksanaan Ujian Kompetensi Guru (UKG). Terlepas dari masih banyaknya kendala dan masalah disaat proses pelaksanan UKG, namun data tersebut secara umum sudah dapat menggambarkan sungguh “menyedihkannya” kondisi pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan data hasil sementara UKG 2012. Tercatat, nilai rata-rata sementara UKG hanya 44,55, dengan nilai tertinggi 91,12 dan nilai terendah adalah nol. Nilai rata-rata sementara itu diperoleh berdasarkan pengolahan 243.619 data peserta dari 373.415 guru yang telah selesai mengikuti UKG sampai dengan hari ketiga (1/8/2012).

Dengan hasil UKG tersebut, tidak saja menggambarkan akan kompetensi guru namun sekaligus merupakan bukti bahwa  keganjilan di dunia pendidikan di Indonesia adalah bukan sekedar isu semata. Keganjilan tersebut sebenarnya sudah menjadi “rahasia umum”, namun kelihatannya disadari atau tidak hal tersebut sepertinya tidak ada pihak yang benar-benar menganggapnya merupakan hal yang cukup serius, diantaranya adalah:

1. Bila kita kaji hasil UKG tersebut, tidak hanya membuat kita miris namun sekaligus mengherankan. Hal tersebut dikarenakan, bila kita mengacu pada nilai standar kelulusan capaian rata-rata kelulusan di atas 90%, hampir di semua sekolah di Indonesia, sementara gurunya cenderung memperoleh nilai di bawah nilai standar kelulusan.  Apakah memang gurunya yang sungguh mahir dalam mengajar hingga anak didiknya mampu melampaui pengetahuan gurunya?. Hal yang lebih mengherankan lagi, bila dibandingkan seorang guru yang hanya di uji untuk mata pelajaran yang di ampunya saat pelaksanaan UKG, dengan seorang siswa yang harus menguasai beberapa mata pelajaran pada saat UAN dan memperoleh nilai lebih baik, bukankah hal tersebut dapat dikatakan “sungguh ajabi”. Secara akal sehat dapat disimpulkan bahwa hasil UKG kontradiksi antara fakta nilai UKG dengan kenyataan bahwa hampir seluruh siswa “lulus UAN”, bila memang nilai UAN benar-benar hasil usaha dan kemampuan para siswa.

2. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mendongkrak wawasan dan kompetensi para guru dengan cara “memaksa guru” untuk kembali belajar dan meningkatkan kualitas pendidikannya, melalui Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab IV pasal 8. Pada undang-undang tersebut, jelas dinyatakan bahwa syarat seorang guru harus memenuhi 5  syarat, antara lain memiliki kualifikasi akademik dan memiliki jenjang sarjana s1 atau Diploma IV. Tentunya secara logika akal sehat, dengan penerapan undang-undang ini akan menciptakan suatu perubahan jenjang pendidikan dan tatanan dari proses pembelajaran yang lebih baik, dikarenakan kwalitas dan kualifikasi yang sudah terukur dari para guru. Namun hingga saat ini, perubahan yang dirasakan terhadap peningkatan kwalitas lulusan dunia pendidikan tidak begitu menggembirakan, bahkan cenderung semakin terpuruk. Kondisi tersebut sepertinya bertolak belakang dengan pernyataan “Tingkat Pendidikan seseorang akan mempengaruhi daya pikir dan kompetensinya”, oleh karena  fakta jenjang pendidikan para guru meningkat, namun kenyataanya dengan peningkatan tersebut tidak memberikan pengaruh apa-apa terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Bila kita semua mau lebih jujur, saat ini begitu banyak  upaya dari sebahagian guru maupun institusi tertentu untuk melaksanakan kegiatan yang kurang tepat dan terpuji, seperti melakukan plagiat, jual beli ijasah, perkuliahan fiktif, dan lain-lain, yang kesemuannya itu berimbas pada keterpurukan mutu pendidikan dan makna pendidikan itu sendiri.  Sepertinya di dunia pendidikan sendiri, yang seharusnya merupakan rumah bagi pembentukan karakter dan etika, sudah ikut terpuruk dan kehilangan marwahnya sebagai institusi yang dapat menjadi garda terdepan pendidikan. Padahal pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran  (intellect),  dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita…” (Ki Hajar Dewantoro).

3. Saat ini lembaga-lembaga yang bergerak di bidang bimbingan belajar sangat pesat sekali. Hal tersebut berdasarkan wawancara KONTAN dengan beberapa pengelola bisnis bimbel menyatakan bahwa prospek bisnis di dunia pendidikan sepertinya masih cerah. Situasi ini bila dilihat dari sudut pertumbuhan keinginan belajar siswa di Indonesia, tentunya sangat positif dan menggembirakan. Namun seiring dengan pesatnya pertumbuhan bimbingan belajar tersebut sekaligus menimbulkan pertanyaan besar.

Adakah guru tidak mampu menyampaikan atau menguasai mata pelajaran yang diampunya? Apakah waktu disekolah terlalu singkat? Bila jawabannya ya mengapa tidak cukup melakukan diskusi kelompok atau bimbingan tambahan dengan guru saja, bukannya memilih bimbingan di tempat lain.  Kondisi secara fakta bahwa jumlah sekolah dan guru senantiasa meningkat, dan diharapkan para siswa mendapatkan pendidikan dan pengajaran di sekolah sebagai tempat pembelajaran utama, namun kenyataanya saat ini banyak orang tua dan siswa bahkan ada sekolah sendiri yang memilih lembaga bimbingan belajar sebagai “tempat pembelajaran utama” bagi siswanya. Sehingga kita layak mempertanyakan apakah guru masih melaksanakan fungsinya sebagai pengajar?

4. Pada APBN 2012 anggaran pendidikan dialokasikan Rp. 286,56 triliun atau sekitar 20,20% dari total APBN Rp 1.418,49 triliun. Secara nominal anggaran ini meningkat dari tahun 2011 yang anggaran pendidikannya mencapai Rp 248,98 triliun atau 20,25 persen dari total APBN Rp. 1.229,56 triliun. Secara angka, anggaran pendidikan dapat dikatakan cukup pantastis, sehingga seharusnya geliat pertumbuhan dan kinerja dunia pendidikan juga turut meningkat pesat. Namun kenyataan yang boleh kita rasakan saat ini, sepertinya perubahan anggaran yang begitu besar sepertinya tidak memberikan dampak apa-apa. Hal tersebut dapat jelas terlihat dari masih rendah sekali kualitas guru, masih banyaknya sekolah yang tidak layak pakai, dan masih banyak lagi persoalan yang terjadi di tubuh dunia pendidikan Indonesia. Apakah hal tersebut tidak menjadi keanehan bagi pemerintah dan seluruh pihak yang terkait dengan pendidikan di Indonesia?
Semua pihak menyadari akan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia baik dari sarana dan prasarana. Melalui berbagai media cetak maupun televisi, dapat secara gamblang kita mengetahui banyaknya sekolah-sekolah khususnya sekolah swasta yang bisa dikatakan sangat tidak layak menyelenggarakan pendidikan. Namun angka berkata lain disaat mayoritas atau dapat dikatakan  90%  sekolah di Indonesia rata-rata mencapai kelulusan siswa diatas 90%. Di satu sisi memang cukup menyenangkan, namun tidakkah itu terlalu naïf untuk meyakini hasil tersebut, dimana kondisi fasilitas dan tenaga pengajar jauh dibawah standar minimum, mampu meluluskan siswa >90%?

Kontradiksi antara fakta dan kenyataan yang terjadi saat ini, merupakan gambaran ketidak jujuran, khususnya ditubuh dunia pendidikan Indonesia. Sehingga  telah menyeret bangsa ini menjadi bangsa yang cenderung tidak jujur. Padahal dasar nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa bersumber dari nilai-nilai Agama, Pancasila, Budaya dan Tujuan Pendidikan Nasional.

Dari berbagai fenomena dan kondisi pendidikan saat ini, bangsa Indonesia seharusnya segera berbenah dan menyadari bahwa pendidikan Indonesia sudah jauh terpuruk. Sehingga penerapan nilai-nilai karakter bangsa bukan sekedar pelengkap pendidikan yang dipenuhi secara formalistik-administratif belaka. Tetapi nilai-nilai karakter adalah jiwa, ruh, dasar dan tujuan utama pendidikan nasional seperti yang diungkapkan Ki Hadjar Dewantara. Tak sekedar mencapai prestasi akademik (cerdas otak), tetapi memiliki budi pekerti luhur adalah inti utama pendidikan nasional kita.

Mendengar perkataan yang disampaikan oleh budayawan terkenal Mochtar Lubis yang menyatakan “Salah satu ciri manusia Indonesia yang cukup menonjol ialah hipokritis alias munafik.”, sebenarnya kita harus marah  namun hal tersebut betapapun pahitnya harus kita akui, sebagai sebuah kritikan keras untuk bangsa Indonesia ini berbenah diri dan membangun khususnya memperbaiki potret dunia pendidikan yang lebih berbudaya dan jujur. Sikap ketidak jujuran dan mau menerima kenyataan dari kondisi yang ada, akan memberikan dorongan yang positif untuk melakukan hal yang lebih baik. Sikap yang lebih cenderung “proteksi” terhadap kekurangan dan mengesampingkan kejujuran dan etika akademis menciptakan berbagai fenomena yang bahkan orang awam sekalipun dapat memahaminya sebagai “suatu keanehan”.

Mari kita renungkan kembali nasib bangsa dan negara kita yang secara Geografis merupakan salah satu negara dengan wilayah yang luas, namun masih tetap berada di bawah garis kemiskinan dan keterpurukan, tanpa kesadaran dan kerja  sama serta cinta akan bangsa dan negara maka keterpurukan bangsa ini akan menjadi warisan bagi anak dan cucu kita mendatang.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2013/04/09/kontradiksi-antara-fakta-dan-kenyataan-potret-wajah-dunia-pendidikan-indonesia-544536.html
komentar (8) | | Read More...

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei

 Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, itulah slogan yang sering kita dengar di republik tercinta ini. Pahlawan merupakan sosok yang sangat berarti bagi perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebut saja pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang dengan darah, air mata, jiwa, raga serta nyawa hingga kita bisa menghirup udara kemerdekaan seperti sekarang ini. Tanpa jasa mereka yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan entah seperti apa negara kita saat ini.

Pahlawan tidak selalu identik dengan mengangkat senjata dan berperang meski sebagian besar penafsiran menyatakan bahwa pahlawan adalah orang yang berjasa membela negara melalui medan perang. Namun sesungguhnya siapa saja yang telah berjasa membawa bangsa ini menuju kemajuan baik dibidang sosial, budaya, teknologi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia maka patut kiranya kita beri julukan sebagai pahlawan.
 Salah seorang yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara. Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan diberi nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang berasal dari keluarga di lingkungan kraton Yogyakarta.

Saat usianya genap 40 tahun ia berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Sejak saat itu Ki Hajar Dewantara tak lagi menggunakan gelar kebangsawanan Raden Mas di depan namanya, hal ini bertujuan agar ia bisa bebas dekat dengan kehidupan rakyat tanpa dibatasi oleh ningrat dan darah biru kehidupan keraton.

Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun karena sakit ia tidak sampai tamat. Ia kemudian menjadi wartawan di beberapa surat kabar diantaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia,  Kaoem Moeda,  Tjahaja Timoer dan  Poesara.  Tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara pada surat kabar tersebut sangat komunikatif dan tajam sehingga mampu membangkitkan semangat patriotik dan antikolonial bagi rakyat Indonesia saat itu.

Di usia yang masih terbilang muda disamping kesibukannya sebagai seorang wartawan Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Ia aktif melakukan propaganda pada organisasi Boedi Oetomo tahun 1908 untuk mensosialisasikan serta menggugah betapa pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat Indonesia. Pada 25 Desember 1912 bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Karya-karya Ki Hajar Dewantara yang menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia diantara adalah kalimat-kalimat filosofis seperti "Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri hadayani" yang artinya "Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan" menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.

Ki Hajar Dewantara pernah menulis kritikan terhadap perayaan seratus tahun bebasnya Negeri Belanda dari penjajahan Perancis dibulan November 1913 dimana biaya perayaan tersebut ditarik dari uang rakyat Indonesia dan dirayakan ditengah-tengah penderitaan rakyat yang masih dijajah. Akibat kritikan tersebut ia dibuang ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg tanpa melalui proses pengadilan. Namun dua orang sahabatnya yaitu Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo membelanya melalui tulisan sehingga hukuman tersebut diganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

Sekembalinya dari Belanda pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah perguruan bercorak nasional yang bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional hingga Indonesia merdeka.

Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia dalam  kabinet pertama Republik Indonesia. Ia juga mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1957.

Atas jasanya dalam merintis pendidikan umum di Indonesia, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 tertanggal 28 November 1959, hari kelahiran Ki Hajar Dewantar yaitu tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa, tepatnya pada tanggal 28 April 1959  Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta. Semoga jasanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa selalu dicatat sebagai amal ibadah yang terus mengalir.

Demikianlah info mengenai  Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei semoga bermanfaat.

Sumber : infonews.web.id
komentar (5) | | Read More...

Gudang Ilmu Jangan Sampai Berakhir di Gudang

Penulis : Unknown on Rabu, 24 April 2013 | 03.45

Rabu, 24 April 2013

 Selamat Hari Buku Sedunia! Siapa di sini yang pernah baca buku? Pasti semuanya pernah dong. Mulai dari waktu kecil sering baca buku cerita, udah gede dikit bacanya teenlit atau novel, gedean dikit baca buku yang paling bikin nangis, buku tabungan (pas liat sisa saldonya).

Buku itu banyak gunanya, lho. Selain buat dibaca dan nambah ilmu, ternyata buku bisa dipake buat nyepik. Misalnya, kamu lagi jalan-jalan di toko buku, terus liat yang kece lagi baca suatu buku. Kamu bisa ambil buku sejenis, terus pura-pura baca di deket dia, terus tinggal sepik, “Kamu suka buku ini juga?” Dan kemudian kamu akan kenalan, jalan, dan jadian... tentunya kalau semua berjalan lancar dan gak kembali ke tampang.

Menurut pantauan kami, setelah nanya-nanya, stalking, dan mengamati lingkungan sekitar, ada beberapa kelakuan yang biasa orang lakukan berhubungan dengan buku.

Ada orang yang beli buku buat keren-kerenan doang. Beli bukunya karena buku itu lagi rame diomongin banyak orang. Belinya pun ngebet banget, tanpa ngeliat review-review terlebih dahulu.

Berikutnya ada juga yang beli buku karena orang yang nulisnya adalah idola dia. Apalagi sekarang zamannya Twitter jadi seorang fans bisa terhubung langsung dengan idolanya –meski gak semuanya dapat balasan–. Tapi ketika si idola itu bikin buku, beli bukunya dengan harapan dapet mention dari idolanya. Kalo niatnya cuma itu, emang gak bagus sih. Tapi selama itu beli, ya lebih baik daripada yang minjem dan gak dikembaliin lagi.

Ada juga orang yang nyari buku karena lagi pedekate. Jadi pedekate-annya itu suka baca buku tertentu, terus dia jadi nyari buku yang sama kayak yang dibaca pedekate-annya, biar ada bahan obrolan.

Ada lagi orang yang beli buku karena kepengen doang. Pas jalan-jalan ke mal, liat-liat ke toko buku, nemu buku yang cover-nya menarik, diliat-liat, dipikir-pikir, “Kayaknya bagus nih.” Tapi terus pas dibawa ke rumah, dibaca dikit doang, gak kelar.

Tapi dari poin-poin di atas, itu masih lebih mending selama buku-buku itu dibaca... dan tentunya diapresiasi. Sekalipun bukunya boleh minjem, dijaga baik-baik dan jangan lupa dikembaliin ke yang punya. Kalau isinya jelek, ceritakan kenapa jeleknya dengan jujur, kalau bagus dipuji sewajarnya. Jangan biarkan buku –yang katanya gudang ilmu– itu berakhir gak terbaca di gudang.

Hayooo, siapa yang punya ‘utang’ belum kelar urusan sama buku dan sekarang bukunya dianggurin? Ayo ayo dituntaskan sekarang...

Siapa yang minjem buku tapi belum dikembaliin? Kembaliin sekarang!

Sumber : nyunyu.com

komentar (2) | | Read More...

Misteri Angka 123 Dalam Matematika

Penulis : Unknown on Sabtu, 22 Desember 2012 | 06.04

Sabtu, 22 Desember 2012

 Matematika berasal dari kata Yunani yang merujuk kepada studi besaran, struktur, ruang dan perubahan yang dicari kebenarannya dengan metode deduksi, aksioma juga definisi yang bersesuaian. Menurut Benjamin Peirce seorang matematikawan bahwa matematika merupakan Ilmu yang menggambarkan simpulan – simpulan penting dengan menggunakan penalaran logika dan abstraksi serta dikembangkan melalui pencacahan, perhitungan, pengukuran serta pengkajian yang sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda – benda fisika.


Namun jika dijawab secara sederhana dan awam oleh kita jika mendengar kata “matematika” adalah angka, hitungan dan logika. Tulisan lengkap mengenai pengertian matematika dapat membaca artikel luar disini: Misteri Angka



Misteri Angka 123 Dalam Matematika



Pada tulisan kali ini akan menulis tentang keberadaan misteri angka 123 yang belum terpecahkan. Dengan metode penghitungan tertentu anda akan selalu mendapatkan hasil akhir = 123. Ya! tidak peduli seberapa banyaknya jumlah angka yang anda gunakan karena mereka akan selalu kembali kepada hasil akhir yang tetap, yaitu 123! Sehingga misteri ini juga dikenal dengan Misteri Angka 123. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah Mathematic Blackhole ( Blackhole dalam matematika ).
Misteri Angka 123



Sekarang cobalah ambil kertas dan tuliskan bilangan angka berapapun jumlahnya, boleh dari 1 angka hingga tak terhingga.
Sebagai contoh dalam tulisan ini, angka yang diambil adalah 158.261
Kemudian hitunglah jumlah angka genap, angka ganjil dan jumlah total bilangan angka tersebut. Dalam hal ini, kita akan mendapatkan:
- 3 digit angka genap ( pada angka 8, 2 dan 6 )
- 3 digit angka ganjil ( 1, 5 dan 1 )
- 6 digit pada total keseluruhan jumlah angka
Berikutnya ambil dan gabungkan setiap jumlah digit diatas sebagai digit baru, maka akan didapat angka 336
Langkah selanjutnya adalah ulangi langkah no.3 diatas yaitu hitung jumlah angka genal, ganjil dan jumlah total bilangan.
HASILNYA adalah 123



Tambahan:



Jika hasil yang didapat belum 123, maka ulangi terus langkah no.3. Pada jumlah bilangan yang cukup banyak, terkadang diperlukan 3-3x pengulangan.



Melalui metode diatas anda berapapun jumlah angka / bilangan yang anda ambil, akan selalu mendapatkan hasil akhir yang tetap sama, yaitu angka 123! Untuk membuktikannya, silakan anda gunakan jumlah angka yang sangat banyak, misalkan:



125485269412562485226414525224541255214y4556666214 12521



bahkan dengan jumlah angka / bilangan yang lebih banyak lagi berapapun jumlahnya hasil yang didapat tidak akan pernah terlepas dari angka 123 !



Mungkinkah terdapat satu dari ribuan triliun bilangan yang terselih diantara rimba raya di alam semesta ini yang dapat lolos dari ‘lubang hitam’ 123 yang misterius ini?

Sumber : serupedia.com

Tahukah Kamu?
Sepak bola adalah olahraga yang paling banyak dimainkan dan paling banyak ditonton di muka Bumi

komentar | | Read More...

Lambang Garuda 3 Kali Mengalami Perubahan

Penulis : Unknown on Selasa, 11 Desember 2012 | 05.16

Selasa, 11 Desember 2012

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.

Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Sahabat anehdidunia.com panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

LAMBANG PERTAMA
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.

Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

LAMBANG KEDUA
Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.

Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini.
Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Sahabat anehdidunia.com Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

LAMBANG KETIGA
Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno.

Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

LAMBANG KEEMPAT
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak.

Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

Sumber

Tahukah Kamu?
Diatas khatulistiwa melintas sekitar 200 satelit asing, termasuk satelit mata-mata




komentar | | Read More...

5 Kisah Pelajar yang Tewas Karena Tawuran

Penulis : Unknown on Sabtu, 08 Desember 2012 | 22.16

Sabtu, 08 Desember 2012

Tawuran antar pelajar sma sudah sering terjadi tawuran antar pelajar sepertinya sudah menjadi budaya bagi para pelajar masalahnya tawuran antar Pelajar SMA sudah terjadi sejak dulu dulu dan sampai saat ini masih sering terjadi tawuran. Terkadang tawuran antara pelajar ini selalu memakan korban jiwa nah berikut ini ada beberapa kisah pelajar sma yang tewas karena tawuran pelajar ingin tahu kisahnya sperti apa simak 5 Kisah Pelajar SMA yang Tewas Karena Tawuran berikut ini.

1. Pelajar SMA 6

SMA 70 dan SMA 6, Jakarta Selatan, bagai minyak dan air yang tidak akan bisa menjadi satu. Seolah sudah menjadi tradisi perselisihan antar dua sekolah elit ibu kota tersebut.

Sampai akhirnya, salah satu siswa SMA 6 bernama Alawi menjadi korban tawuran pada 24 September 2012. Alawi yang saat itu ingin pulang usai berkumpul bersama teman-temannya tiba-tiba diserang sekelompok siswa dari SMA 70.

Tidak sempat menghindar, Alawi disabet celurit di bagian dada hingga bercucuran darah. Alawi yang sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah, Kebayoran Baru.

Namun, nyawa Alawi tetap tidak tertolong dan meninggal dunia. Pelaku bernama Fitra Ramadhan berhasil ditangkap polisi di Yogyakarta.

2. Pelajar SMK Yanke

Antara SMK Yanke dan Kartika Zeni jarang terlibat tawuran. Hingga pada 26 September 2012 sekitar pukul 14.00 WIB salah satu siswa SMA Yanke tewas dibacok di bagian dada dengan menggunakan celurit.

Korban bernama Deni Januar (17). Deni yang terlibat tawuran di sekitar Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan ini berniat lari bersama teman-temannya untuk menghindari serangan SMK Kartika Zeni.

Nahas, pelaku yang bernama Apu (16) berhasil membacoknya dari belakang. Deni sempat dibawa ke RSCM untuk mendapat pertolongan namun karena kehabisan darah nyawa Deni tidak sempat tertolong.

3. Pelajar SMK 39

Ahmad Yani (16) harus meregang nyawa akibat tawuran di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur pada 29 Agustus 2012. Yani kelas 1 SMK 39 ini tewas karena mengalami luka serius di bagian punggung.

Berdasarkan saksi mata, Ahmad Yani dibacok saat lari. Korban pun sempat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rumah Sakit Islam, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Namun korban tidak berhasil ditolong karena kehabisan darah.

4. Pelajar SMP 6

Seorang siswa SMP N 6 Jakarta Timur, bernama Jasuli (16), tewas tertabrak kereta di sekitar Stasiun Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur. Remaja ini kehilangan nyawanya karena tertabrak kereta api saat dirinya dikejar oleh kelompok pelajar lain.

Dalam keadaan panik Jasuli bahkan sempat beberapa kali berlari dari satu jalur kereta api ke jalur kereta lainnya hingga tiba-tiba sebuah kereta api dari arah Stasiun Kota menuju Stasiun Bekasi menabrak dan menyeret tubuhnya.

5. Pelajar SMP Al’Hidayah

Dalam keadaan hujan, SMP Al’Hidayah dan SMP 76 Bekasi terlibat tawuran. Ucok (15) tewas ditikam parang di bagian dada. Ucok yang sempat memberikan perlawanan dengan memukul menggunakan bambu kalah dengan tikaman parang tersebut.

Pelaku langsung ditangkap di rumahnya dan beberapa orang yang terlibat tawuran juga ditangkap di tempat berbeda.

Nah itulah beberapa pelajar yang tewas karena tawuran sepreti dikutip dari situs merdeka.com.

Sumber

Tahukah Kamu?
Satu dari 14 wanita Amerika berambut pirang asli. Prianya hanya satu dari 17

komentar | | Read More...

5 Nama Lain Indonesia di Masa Lalu

Penulis : Unknown on Selasa, 04 Desember 2012 | 06.23

Selasa, 04 Desember 2012

 Sebelum bangsa Indonesia ini mengunakan nama Indonesia ternyata pada masa lalau bangsa kita telah memiliki nama lain yang telah dikenal banyak orang. Nah berikut ini ada 5 nama lain bangsa indonesia di masa lalu, ingin tahu apa aja itu simak berikut ini.

1. Hindia
 Nama Hindia ini adalah ciptaan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-425 Sebelum Masehi) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Adapun nama Hindia ini baru dipergunakan untuk kepulauan ini, oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal. Dan nama Hindia ini menjadi terkenal sesudah bangsa Portugis di bawah pimpinan Vascvo da Gama mendapati kepulauan ini dengan menyusur sungai Indus, dalam tahun 1498 Masehi.

2. Nederlandsch Oost-Indie
 Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda sesudah mereka berkuasa disini. Kemudian nama ini ditukar dengan “Nederlandsch Indie”. Seperti diketahui, bangsa Belanda untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dalam tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.

3. Insulinde
 Nama ini diberikan oleh Eduard Douwes Dekker (multatuli) di dalam bukunya Max Havelaar dalam tahun 1860, kemudian nama ini dipopulerkan oleh Professor P.J. Veth. Multatuli membuat nama baru ini, oleh karena ia jijik mendengar nama Nederlandsch Indie yang diberikan oleh Belanda itu. Adapun asal usul perkataan tersebut ialah berasal dari perkataan “Insulair”, “Insula” dan “Indus”. Insula dalam bahasa latin yang berarti pulau. Indus berarti Hindia, sedangkan Insilinde artinya pulau Hindia.

4. Nusantara
 Nama ini ditemui dalam perpustakaan India Kuno, yang menyebut negeri ini Nusantara. Adapun Nusantara atau Dwipantara artinya pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, bahwa Nusantara ialah pulau-pulau di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu dipakai nama: Nusa Tamara. Nama inipun sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.

5. The Malay Archipelago
Nama ini diciptakan oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawatan ke tanah air kita, dari tahun 1854 sampai dengan 1682. Adapun “Malay” artinya Melayu, “Archipel” yang berasal dari bahasa Yunani “Archipelagus” (dari asal Archi=memerintah, plagus= laut). Dengan demikian berarti menguasai laut atau berarti kumpulan pulau-pulau Melayu.

Sumber

Tahukah Kamu?
  Saudi Arabia berasala dari nama Raja Saud
komentar | | Read More...

Ada 10.000 Kuman di Tubuh Kamu Lho...

Penulis : Unknown on Sabtu, 16 Juni 2012 | 21.45

Sabtu, 16 Juni 2012

Ada 10.000 Kuman di Tubuh Kamu Lho... - Kuman tak selalu identik dengan kotor dan tidak sehat. Nyatanya ilmuwan telah sepakat bahwa di dalam tubuh manusia, bahkan yang sehat sekalipun ada lebih dari 10.000 kuman yang hidup bersama.

Jangan keburu jijik dulu. Banyak organisme ini yang bekerja untuk menjaga manusia agar tetap sehat.

Satu hal yang mengejutkan lainnya adalah ternyata hampir semua orang memiliki beberapa jenis bakteri berbahaya atau patogen di dalam tubuhnya namun kadarnya rendah.

Tapi ketika seseorang itu sehat, sama halnya dengan 242 orang dewasa AS yang mengajukan diri untuk diuji dalam proyek ini, mikroba tersebut diam-diam hidup berdampingan dengan mikroba yang jinak atau bermanfaat bagi tubuh.

Lalu mengapa bakteri yang buruk membahayakan beberapa orang dan tidak berbahaya bagi lainnya? Perubahan apa yang terjadi pada mikroba-mikroba itu sehingga menempatkan seseorang pada risiko penyakit, mulai dari infeksi, sindrom iritasi usus besar hingga psoriasis?

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Nature and Public Library of Science ini juga berhasil merubah pandangan ilmuwan tentang bagaimana orang bisa tetap sehat atau tidak.

“Temuan ini memberi cara baru dalam memandang biologi manusia dan penyakit manusia. Tentu saja hal ini menakjubkan sekaligus menginspirasi,” kata Dr. Phillip Tarr dari Washington University di St Louis, salah satu peneliti utama dalam proyek senilai 173.000.000 dollar AS yang didanai oleh National Institutes of Health tersebut.

“Bakteri ini bukanlah penumpang,” tegas Tarr seperti dilansir dari foxnews, Jumat (15/6/2012). “Mereka aktif secara metabolik. Sebagai sebuah komunitas, sekarang kita harus memperhitungkan mereka sama halnya kita memperhitungkan ekosistem dalam hutan atau air.”

Selain itu, sama halnya dengan ekosistem lingkungan, perubahan mikroba Anda pun bervariasi tergantung bagian tubuh yang ditempatinya.

Sebenarnya para ilmuwan telah lama tahu bahwa tubuh manusia hidup berdampingan dengan triliunan kuman yang mereka sebut mikrobiom itu.

Namun sayangnya sampai saat ini para peneliti belum mengetahui mikroba apa saja yang tinggal di tubuh orang sehat dan dimana letaknya serta apa yang sebenarnya mikroba-mikroba itu lakukan.

Sumber

Tahukah Kamu?
Otot yang bekerja paling cepat ditubuh kita adalah otot dikelopak mata yang membuat kita berkedip. kita bisa berkedip 5kali dalam sedetik
Itulah berita untuk 'Ada 10.000 Kuman di Tubuh Kamu Lho...', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.
komentar | | Read More...

16 Juni 1946: Dibentuknya Karesidenan Surakarta

16 Juni 1946: Dibentuknya Karesidenan Surakarta - Karesidenan Surakarta adalah wilayah karesidenan di Jawa Tengah pada masa kolonial Belanda dan beberapa tahun setelahnya. Wilayahnya mencakup daerah kekuasaan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran mencakup luas 5.677 km2. Residen Surakarta merupakan kepanjangan tangan administrasi gubernur jenderal yang berkedudukan di Batavia, khususnya pada masa kolonial. Pada tahun 1885 tercatat berpenduduk 1.053.985 jiwa.

Pada 16 Juni 1946, dibentuk Karesidenan Surakarta dan terdiri dari daerah-daerah berikut:

    Kota Praja Surakarta
    Kabupaten Karanganyar
    Kabupaten Sukowati
    Kabupaten Wonogiri,
    Kabupaten Sukoharjo,
    Kabupaten Klaten,
    Kabupaten Boyolali.

Tanggal 16 Juni ini lalu diperingati setiap tahun sebagai tanggal lahir daerah Surakarta dan kota Solo.

Meskipun Karesidenan Surakarta sudah tidak ada lagi, warga dari daerah ini masih dengan bangga menyebut dirinya orang ‘Solo’ (bentuk alternatif dari Surakarta) meskipun tidak berasal dari kota Surakarta sendiri. Hal ini dilakukan sebagai identifikasi untuk membedakan diri mereka dari orang ‘Semarang’ dan ‘Yogya’.

Terutama setelah runtuhnya Orde Baru dan terbentuk provinsi Banten serta dicanangkannya Otonomi Daerah, banyak terdengar suara-suara yang sebenarnya masih berbentuk wacana saja untuk pembentukan kembali “Provinsi Surakarta”. Apakah ini harus berbentuk provinsi ‘biasa’ atau Daerah Istimewa seperti di Yogyakarta dengan seorang Raja sebagai gubernur, tidaklah jelas.

Perkembangan dalam administrasi pemerintahan menghapuskan tingkat karesidenan, dan kemudian Karesidenan Surakarta, sebagaimana karesidenan lainnya di Indonesia, menjadi Daerah Pembantu Gubernur Jawa Tengah untuk Wilayah Surakarta, hingga sekarang.

Dalam usaha untuk mengintegrasikan pembangunan wilayah eks-Karesidenan Surakarta, ketujuh kabupaten/kota di wilayah ini membentuk suatu bounded zone yang disebut Subosukawonosraten (merupakan akronim dari nama-nama kabupaten/kota anggotanya).

Sumber

Tahukah Kamu?
Coklat dapat membunuh anjing,karena langsung mempengaruhi jantung dan susunan syarafnya
Itulah berita untuk '16 Juni 1946: Dibentuknya Karesidenan Surakarta', semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi buat kamu.
komentar | | Read More...

Apa sih Fakultas Teknik itu?

Penulis : Unknown on Kamis, 14 Juni 2012 | 09.30

Kamis, 14 Juni 2012

Apa sih Fakultas Teknik itu? -  Waktu denger kata “fakultas teknik”, sahabat-sahabat Kami jangan langsung ngebayangin kalau kuliahnya bakal ngomoning teknik ngegombal atau sepikin gebetan, karena di sana nggak ada pelajaran seperti itu. Nah kalo gitu, ada apa aja sih di fakultas teknik itu, kira-kira cocok buat anak kayak gimana ya, jurusan dan kegunaan kuliah di sana apa aja… simak penjelasan Kami yang satu ini:

1. Kayak apa fakultas teknik itu?

Fakultas teknik itu belajar seputar pembuatan sarana prasarana. Misalnya, fakultas teknik sipil, adalah fakultas dengan materi pelajaran mengenai bikin membikin jalan. Lumayan kan bisa bikin jalan, jadi jalan menuju rumah pacar bisa lancar.
2. Apakah kamu cocok di fakultas ini?

Fakultas teknik ini cocok buat kamu yang sering bikin atau nyusun lego. Jadi, kalo kamu dari kecil sampe lulus SMA cuma bisa main lego doang, fakultas ini pas banget buat kamu.




3. Gunanya apa sih fakultas ini?

Karena fakultas teknik itu berhubungan sama bangun membangun, maka lulus dari fakultas ini, kamu pasti bisa membangun keluarga yang sakinah, mawahdah, dan warahmah. Amiiiiiiin..
4. Jurusan di fakultas teknik

Di fakultas ini, ada jurusan teknik mesin, teknik pertambangan, sampai teknik sipil. Ayo dipilih-dipilih. Kalo teknik nyepik dan selingkuh belum ada kayaknya, nanti Kami bikin deh.

Kira-kira jurusan dari fakultas teknik yang cocok buat kamu yang mana?


Sumber

Tahukah Kamu?

Kita bernafas kira-kira 23.000 kali setiap hari
Itulah artikel Pengetahuan 'Apa sih Fakultas Teknik itu?', Semoga bermanfaat buat kalian.



komentar | | Read More...

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Itu Apa Sih?

Penulis : Unknown on Rabu, 13 Juni 2012 | 11.48

Rabu, 13 Juni 2012

Kami akan jelasin tentang fakultas yang ada di kampus biar kamu nggak bingung pas milih kuliah. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) lumayan populer di Indonesia, tapi pada tau nggak seperti apa fakultas itu, cocoknya buat siapa, gunanya apa, jurusannya apa aja..

Sekarang kita ngomongin FISIP yaa..


1.      FISIP Itu Kayak Apa?

Fakultas ini isinya bidang-bidang akademis yang berhubungan sama hubungan sesama manusia, gimana seninya berinteraksi sesama manusia, juga gimana caranya mempengaruhi orang lain supaya tujuan kita terwujud.
2.      Fakultas Ini Cocoknya Buat Siapa?

Fakultas ini cocok banget buat kamu yang punya tujuan dan mau mempengaruhi orang untuk mencapai tujuan itu. Misalnya, kamu mau seseorang buat jadi pacar kamu, kamu harus tau seninya dalam bersosial itu, ngedeketin temennya, keluarganya juga biar bisa diterima.
 3.      Gunanya apa?

Gunanya fakultas ini supaya kamu bisa mewujudkan tujuan kamu dengan cara membangun hubungan sama orang lain, kamu bisa manfaatin orang lain. Selain itu, bisa juga dapet jodoh, karena kamu akan terus menjomblo kalo kamu nggak bersosial.
4.      Jurusannya Apa Aja?

Jurusan-jurusan yang ada di fakultas ini ada politik, komunikasi, antropolgi, administrasi, hubungan masyarakat, kesejahteraan sosial, dan lain-lain.

Buat kamu yang udah berminat masuk FISIP, sekarang jadi nggak ragu lagi dong ya setelah Kami kasih penjelasan?

Sumber

Tahukah Kamu?
Seorang fans Manchester City pada tahun 1995 pernah membawa ayam mati ke dalam stadion Maine Road.





komentar | | Read More...

Sejarah Hari Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Design Template by Mas Kentir | Support by creating website | Powered by Blogger