News Update :

Misteri Kecantikan Nyi Roro Kidul

Penulis : Unknown on Sabtu, 27 April 2013 | 12.40

Sabtu, 27 April 2013

Masyarakat Tanah Jawa tentu sudah akrab dengan legenda yang berkisah tentang keberadaan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul adalah sosok penguasa laut selatan yang digambarkan memiliki kecantikan abadi sepanjang masa. Beragam dongeng tentang keberadaannya banyak diceritakan dalam buku dengan berbagai versi. Versi cerita ini berbeda tergantung pada daerah dan lokasi di mana dongeng itu diceritakan. Versi Nyi Roro Kidul di daerah pesisir Malang Selatan tentu akan jauh berbeda dengan versi Nyi Roro Kidul di daerah Yogyakarta atau Jawa Barat.

Di antara berbagai versi cerita yang banyak beredar di lingkungan masyarakat, terdapat satu kesamaan yang diceritakan oleh para pendongeng yaitu kecantikan sang ratu. Selain cantik, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Masyarakat Jawa mengenal sebuah istilah "telu-teluning atunggal" yang berarti tiga sosok menjadi satu kekuatan yaitu Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul. Ratu Kidul juga dipercaya menjadi "istri spiritual" raja-raja trah Mataram.

Berpakaian serba hijau

Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai sosok yang anggun dan mempesona serta memiliki tatapan yang syahdu dan memukau. Wajah Nyi Roro Kidul menyiratkan sebuah sifat kebijaksanaan. Selain itu, Nyi Roro Kidul dikatakan selalu mengenakan pakaian berwarna hijau. Oleh sebab itu, konon ketika Anda mengunjungi pantai selatan, Anda dilarang memakai baju berwarna hijau. Nyi Roro Kidul, menurut deskripsi, adalah sosok yang memakai mahkota ratu dan memakai kain selendang di bahu. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan tata rias khas Jawa dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Konon, tatapan mata Nyi Roro Kidul inilah yang biasa menjadi pusat mistis lukisan-lukisannya.

Berpakaian khas kerajaan

Menurut versi cerita masyarakat Yogyakarta, Nyi Roro Kidul sering terlihat mengenakan pakaian khas kerajaan. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan pakaian khas kerajaan dengan atasan berbentuk kemben dengan warna hijau. Nyi Roro Kidul juga selalu memakai mahkota berwarna emas di kepalanya. Selain itu, aksesoris berupa gelang emas juga selalu dipakai. Karena parasnya yang sangat cantik, Nyi Roro Kidul juga dipanggil dengan sebutan matahari yang bersinar. Sedangkan menurut versi cerita Babad Tanah Jawi, Nyi Roro Kidul sering menampakkan diri dengan diikuti berbagai perangkat serta ornamen perang. Meskipun begitu, kecantikan abadi Ratu Pantai Selatan ini tidak pernah berhenti terpancar. Pakaian khas kerajaan yang dikenakan Nyi Roro Kidul seolah menambah sisi mistis kecantikannya. Nyi Roro Kidul sering diilustrasikan mengendarai kereta keraton dengan busana kebesaran itu.

Menurut penuturan masyarakat, siapa saja bisa melihat sosok Nyi Roro Kidul. Anda hanya perlu pergi ke Pantai Karang Hau di Sukabumi, Jawa Barat. Di sana, Anda hanya perlu masuk ke Samudra Beach Hotel, sebuah hotel paling tua dan paling unik di sana. Di hotel tersebut terdapat sebuah kamar bernomor 308 yang konon khusus disediakan untuk Nyi Roro Kidul. Menurut mereka yang sudah pernah mengunjungi tempat itu, siapa pun bisa bertemu dengan sosok ratu jelita ini.

Sumber : infolabel.blogspot.com
komentar (11) | | Read More...

7 Penampakan Galaksi yang Menakjubkan

Teleskop HubbleSpace adalah kolaborasi antara NASA dengan European Space Agency yang sudah beroperasi selama 20 tahun tidak henti-hentinya mengambil foto-foto luar angkasa. HubbleSpace merupakan salah satu teleskop terbagus NASA. Para astronom pun memilih 10 foto galaksi terindah dari sekian banyak foto galaksi yang pernah diambil oleh teleskopo HubbleSpace ini.

Berikut adalah 7 foto Galaksi terindah di Jagad raya yang fotonya pernah diambil oleh Teleskop HubbleSpace :

1. The Sombrero Galaxy
2. The Ant Nebula
3. Nebula NGC 2392
4. Cat's Eye Nebula
5. The Hourglass Nebula
6. Cone Nebula
7. The Perfect Storm




Sumber : infolabel.blogspot.com
komentar (7) | | Read More...

Pesan Terakhir Ustad Jefri Al Bukhori Sebelum Meninggal Dunia

Penulis : Unknown on Jumat, 26 April 2013 | 15.17

Jumat, 26 April 2013

Ustad Jefry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan yang terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Dalam kesecalaan itu Ustad Jeffry sedang mengendarai motor besarnya.

Sabahat ustad Jeffry atau Uje, ustad Mahdy Alatas mengatakan, sebelum meninggal Uje diketahui sedang melakukan kegiatan bersama rekan-rekannya dikomunitas motor gede.

Pada saat melakukan kegiatan tersebut, Uje sempat menyampaikan pesan terakhir kepada para sahabatnya yang sedang mengikuti kegiatan tersebut.

“Beliau sempat bilang kepada para sahabatnya bahwa hari ini adalah hari terakhir beliau menggunakan BlackBerry sebagai alat untuk berdakwah,” ujar ustad Mahdy, Jumat (26/4/2013).

Menurutnya, para sahabat tidak mengetahui sacara pastti mengapa Uje mengatakan hal tersebut. Namun dia mengenail Uje sebagai sosok yang bersahaja dan selalu berdakwah secara baik.

“Berdakwa itu biasa dilakukan beliau lewat apapun,” tandasnya.

Polda Metro Jaya membenarkan Ustad Jefry Al Buchori atau yang biasa disapa Uje meninggal dunia dalam kecelakaan motor di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari.

Melalui akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, diinformasikan bahwa korban kecelakaan tersebut adalah Ustad Jefry. Berikut bunyi informasi tersebut. “03:47 Kecelakaan Pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori.” 

Sumber : indoritel.com
komentar (2) | | Read More...

Mafia Pengaturan Skor Sepakbola

Gegap gempita ajang sepak bola bermerk Liga Champions, Liga Europa dan Piala Dunia telah menghibur masyarakat dunia sebagai manifestasi dari ungkapan mendasar bahwa setiap manusia berciri "manusia yang bermain" (homo ludens).
Di balik "yang asyik" dari tayangan bola ternyata ada badai heboh yang didalangi oleh kelompok mafia pengaturan skor.

Beberapa waktu lalu, sebanyak 680 pertandingan bola dalam ajang penyisihan Piala Dunia dan laga Liga Champions dalam kurun antara 2008 dan 2012 terindikasi terkena virus bernama skandal pengaturan skor berskala global.

Adakah memang sepak bola internasional demikian bobrok karena terimbas oleh campur tangan mereka yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan nilai fair play yang merupakan jiwa dari setiap laga sepak bola?

Kerusakan akibat skandal pengaturan skor demikian serius mengancam nilai sportivitas sampai-sampai Interpol bersama lembaga kepolisian Uni Eropa (Europol) menghimpun kekuatan untuk menelisik dan menginvestigasi 380 pertandingan yang dihelat di Eropa dan 300 laga yang digelar di luar Eropa.

Pengaturan skor sepak bola menggenapi pepatah "di mana ada madu, di situ ada lebah". Sepak bola bagaikan madu, dan mereka yang berkomplot dalam pengaturan skor bagaikan lebah.

Tak heran bila Direktur Europol Rob Wainwright mengatakan lembaganya sedang mengidentifikasi sekitar 425 orang dari kalangan pejabat, pemain sampai pelaku kriminalitas yang terindikasi melakukan aksi pengaturan skor pertandingan bola.

Para investigator menyatakan aksi pengaturan skor laga bola oleh jaringan mafia itu punya beking berupa kartel di Singapura.

Dana yang terhimpun di sana ditaksir sebanyak 8 juta euro termasuk keuntungan dari hasil suap yang mencapai hampir 2,5 juta dolar Singapura.

Polisi Jerman melukiskan bahwa jaringan kurir pengaturan skor bola telah menggurita di seluruh dunia. Mereka menyuap para pemain dan wasit dengan jumlah uang sogokan bisa mencapai 180.000 dolar Singapura.

Mereka yang terhimpun dalam jaringan mafia itu memanfaatkan jaringan internet atau saluran telpon untuk berhubungan  dengan sejumlah bandar yang berkedudukan di Asia.

Aksi para bandar itu memenuhi fatsun klasik, bahwa bertambahnya cinta akan uang, sebesar itu pula napsu untuk mengeruk uang (crescit amor nummi, quantum ipsa pecunia crevit). Di mana uangmu, di situ hatimu berada.

Komentator dari BBC, Phil Parry menyatakan merebaknya pengaturan skor sepak bola ikut menumbuhsuburkan korupsi di beberapa negara. "Saya berpendapat bahwa masyarakat akan sejenak tercengang ketika mereka mengatahui skala dari jaringan itu," katanya.

Skandal pengaturan skor pertandingan merusak sendi-sendi integritas dalam olah raga, khususnya dalam sepak bola. "Masyarakat mulai menaruh keraguan akan integritas olah raga, mereka tidak akan mempercayai lagi hasil pertandingan," katanya.

Pengamat bola asal Jerman, Rafael Buschmann menulis dalam majalah Der Spiegel bahwa pengaturan skor pertandingan yang terjadi di Eropa menunjukkan kiprah UEFA dan FIFA boleh jadi  mengalami kegagalan, seiring usaha untuk mengungkap dalang beserta antek-anteknya dalam aksi itu.

Pada Februari 2011, dari sebuah dokumen lembaga pengadilan di Finlandia terungkap bahwa seorang warganegara Singapura bernama Wilson Raj Perumal telah bertemu dengan para wasit dan pejabat pertandingan untuk mengatur skor dua laga persahabatan berskala internasional.

Menurut dokumen pengadilan itu, ia kemudian menyuap enam wasit agar "mengamankan" hasil laga sesuai kemauan para bandar bola. Ini jelas aksi mafia pengatur skor bola.

Aksi Perumal memakan korban. Dua pertandingan, masing-masing laga timnas Bolivia melawan Latvia yang berakhir 2-1, dan laga antara Estonia kontra Bulgaria yang berujung skor imbang 2-2, terindikasi terkena ranjau pengaturan skor.

"Kami semua merasa terkejut, " kata mantan pemain timnas Jerman Lothar Matthaeus yang waktu itu menjadi pelatih timnas Bulgaria. "Kami sudah mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi, meski saya tidak langsung menunjuk telah terjadi manipulasi," katanya pula.

Perumal akhirnya dicokok di Finlandia tidak lama setelah digelar sejumlah pertandingan. Ia memenuhi ungkapan dari pujangga Seneca bahwa "yang memperoleh imbalan dari sebuah kejahatan adalah dia yang melakukannya" (cui prodest scelus, is fecit).

Berbekal informasi dari Perumal itulah, para investigator mengungkap tali-temali dari skandal pengaturan skor berskala global. Europol mencatat, sepak bola Eropa menghadapi mafia pengaturan skor, utamanya yang berpusat di Asia.

Ketua FIFA Sepp Blatter bereaksi dengan berkata, sepak bola global tidak memberi toleransi apa pun dengan segala bentuk manipulasi skor pertandingan.

Perlu ditemukan dan dilakukan "sistem pengawasan dini" agar perilaku mafia skor laga tidak merusak sportivitas sepak bola. Perlu juga ditemukan pola-pola sistematis dari aksi judi bola agar aksi mafia pengatur skor tidak menjadi-jadi.

Pejabat penyelidik asal Jerman yang juga menjadi ahli dalam menyelidiki skandal-skandal judi olah raga, Friedhelm Althans menunjuk bahwa segala aturan yang mencegah skandal pengaturan skor tidak berdaya menghadapi aksi mafia itu.

Dalam sebuah jumpa pers, ia menyatakan, sistem pengawasan dini yang diberlakukan oleh FIFA dan UEFA "masih jauh dari kisah sukses".

Dua organisasi sepak bola itu mengandalkan sistem perangkat lunak yang dirancang untuk menjejak aksi skandal pengaturan skor di seluruh dunia, meski efektivitas perangkat itu tidak seluruhnya membuahkan hasil maksimal.

Mantan petugas UEFA yang merancang perangkat sistem itu mengatakan sistem pengawasan dini itu berfungsi ketika seseorang tengah melakukan pangaturan skor pertandingan, dan merekam jumlah uang yang relatif besar yang digunakan dalam aksi judi bola.

Sistem itu kedapatan "tidak berfungsi" alias melempem ketika menjejak jumlah uang yang relatif kecil di berbagai aksi taruhan judi bola.

"Mereka mengenali rumah-rumah judi bola di Eropa, umumnya perusahaan itu semi-ilegal dan ilegal yang berkedudukan di Asia," kata mantan petugas di UEFA.

Dua perusahaan yang bergerak dalam aksi taruhan kemudian ditertibkan. Ante Sapina dan Marijo Cvrtak telah dijatuhi hukuman di Jerman selama lima tahun karena keduanya menjadi dedengkot dari aksi taruhan antara tahun 2006 dan 2008. Keduanya dicurigai punya jaringan di Asia yang berhubungan dengan rumah taruhan di Inggris.

"Sistem peringatan dini tidak punya gigi. Aksi pengaturan skor merupakan bisnis yang menggiurkan bagi sejumlah orang untuk memperoleh banyak uang," kata petugas Interpol. "Para oknum itu umumnya berpusat di Asia."

Sejumlah aksi pengaturan skor bola pernah terjadi. Skandal "calciopoli" yang menerjang Juventus menjadi monumen getir bagi sepak bola Italia.

AC Milan, Lazio, dan Fiorentina tidak luput dari skandal itu dengan memanfaatkan wasit yang mudah diajak main kongkalikong. Ujung-ujungnya, Juventus dilorot ke Serie B dan dua gelar Serie A pada 2005 dan 2006 dibatalkan. Tiga klub itu perolehan poinnya dipangkas.

Pada 1993, presiden klub Marseille Bernhard Tapie kedapatan menyuap para pemain  Valenciennes FC di Liga Prancis. Klub itu kemudian diganjar hukuman dari Ligue 1 dan Tapie dikirim ke hotel prodeo.

Di Jerman pada 2005, wasit Robert Hoyzer mengaku telah berhubungan dengan sindikat pengatur skor pertandingan asal Kroasia. Sebanyak 2 juta euro telah diguyur sebagai uang sogok bagi pengaturan skor di divisi dua Jerman, divisi tiga dan Piala Jerman. Hoyzer akhirnya dijebloskan ke penjara.

Di Turki pada 2011, dua orang kedapatan mengatur skor pertandingan dalam pertandingan persahabatan di Turki - Latvia versus Bolovia, dan Latvia versus Bulgaria.

Tujuh gol dijaringkan dalam pertandingan itu, dan semuanya dihasilkan dari tendangan penalti. FIFA akhirnya menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi sejumlah pejabat, mereka berasal dari Hungaria dan Bosnia.

Di Turki pada 2012, presiden Fenerbahce, Aziz Yildrim dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena melakukan pengaturan skor enam pertandingan dan memberi uang suap kepada para pemain dan pejabat klub. Fenerbahce akhirnya dilarang  sementara ikut Liga Champions pada 2011-2012.

Serangkaian drama pengaturan skor oleh ulah para mafia itu jelas-jelas mencoreng jiwa sportivitas sepak bola. Sepak bola sebagai manifestasi dari "homo ludens" menganut salah satu pandangan klasik Yunani bahwa hidup akan terasa panjang apabila dipenuhi dengan perbuatan bermakna (longa est vita si plena est).

Pengaturan skor dalam sepak bola berkembang merebak dalam budaya global. Nah, kalau sepak bola menyediakan segalanya - dari olah raga sampai hiburan, bahkan kepentingan politik dan ekonomi dan sosial - maka sepak bola dapat diibaratkan sebagai "shopping mall".

Dengan sepak bola, orang dari mana pun dan berasal dari manapun dapat bertemu, berinteraksi bahkan  berjualan. Inilah akar masalah munculnya mafia pengatur skor pertandingan bola.

Pemikir postmodernis, Jean Baudrillard mengakui pentingnya shopping mall, "...karena di sana orang dapat menciptakan musim semi terus menerus, dengan demikian orang menjadi budak dari waktu. Mall, dapat diakses setiap hari dalam sepekan, dari siang sampai malam."

Sama halnya, dengan sepak bola, kini orang dapat menyaksikan tayangan sepak bola dari berbagai liga dunia lewat media elektronik, tanpa mengenal ruang dan waktu. Orang di berbagai belahan dunia manapun dapat menyaksikan kehebatan dari para bintang-bintang bola membela timnya.

Orang menjadi bulan-bulanan dari jadwal liga sepak bola, dengan kata lain orang menjadi budak dari waktu tayangan bola.

Baudrillard menyama-nyamakan shopping mall sebagai "tempat ibadah baru", bahkan dapat disebut sebagai "neraka" bagi masyarakat modern yang menjadikan konsumsi sebagai tuhan-tuhan yang baru. "Aku mengonsumsi, maka aku ada". "Aku menyaksikan tayangan sepak bola, maka aku ada".

Laga demi laga sepak bola dijual untuk dikonsumsi habis-habisan oleh mereka yang telah menjadi budak dari tayangan demi tayangan media. Dalam situasi seperti inilah, mafia bola gentayangan bak hantu di taman kayangan bernama sepak bola global.

Nah, dalam lingkup serba konsumtif seperti inilah, aksi mafia pengaturan skor merebak tumbuh subur di laga bola. Karena sepak bola telah menjadi komoditas, maka pengaturan skor muncul karena di sana bertemu antara pembeli dan penjual dalam ruang besar bernama "shopping mall".

Dan media cetak dan elektronik ikut menjadi dayang dari permaisuri bernama hasrat konsumtif masyarakat penggila bola. Ungkapan khas Betawi, "Ente jual, ane beli."

Dan publik pecinta bola global senantiasa berseru, "semoga hal itu jauh dari kami" (longe absit). Dan pujangga Plautus menegaskan, apa yang diperoleh dengan cara yang jahat, akan hancur menyengsarakan (male parta male dilabuntur).

Sumber : rosianto.com
komentar (3) | | Read More...

Misteri Berkomunikasi Dengan Arwah Melalui Papan Quija

Penulis : Unknown on Kamis, 25 April 2013 | 17.10

Kamis, 25 April 2013

Penyebutan sesuatu yang mirip dengan papan ouija ini pertama kali ditemukan di Cina pada sekitar 1200 SM, melalui metode meramal yang disebut fu-ji. Ada sumber yang mengatakan bahwa Fu-Ji ini bukanlah ouija, karena metode yang digunakan berbeda, dimana dalam Fuji, peramal menuliskan dalam kondisi "dibimbing oleh mahluk halus"
Sumber lain mengatakan bahwa menurut punuturan ahli sejarah Perancis, Phyitagoras, pada tahun 540 SM telah melakukan ritual pemanggilan arwah melalui "meja mistis, yang bergerak dengan roda, dan mendekati simbol tertentu, yang kemudian diterjemahkan oleh Phytagoras dan muridnya Philolaus." Hal ini juga menimbulkan perpecahan, karena Philolaus, diidentifikasi bukan murid Phytagoras, melainkan lahir setelah 25 tahun Phytagoras meinggal.

Rekaman yang tidak banyak menimbulkan perdebatan adalah Modern Spiritualist Movement di Amerika pada pertengahan abad ke 19. Rekaman dari para Spiritualis ini (jika tidak mau disebut dukun) menunjukkan bahwa kegiatan mereka melibatkan meja dengan huruf-huruf, walaupun pada saat itu ada berbagai metode untuk menunjukkan huruf mana yang dimaksud. Salah satunya adalah dengan memegang pendulum diatas suatu papan atau lantai dengan huruf-huruf. Metode lain adalah dengan menggunakan semacam penunjuk yang disebut planchette dengan pensil yang di letakkan pada planchette dan mulai melakukan apa yang disebut sebagai automatic writing (mirip seperti Fu-Ji). Metode-metode inilah yang menjadi tonggak berdirinya Spiritualisme Modern

Pada akhir 1800an, planchette mulai dipatenkan oleh Elijah Bond dan Charles Kennard, Planchette dijual berbarengan dengan papan yang bercetak-kan alfabet. Paten atas desain mereka di ajukan pada tanggal 28 Mei 1890, dan semenjak itulah lahir Papan Ouija. Paten tersebut dikeluarkan pada tanggal 10 Februari 1891 dan mendapat nomor 446,054. Salah satu nama, Fuld, terkenal juga sebagai penemu papan Ouija, padahal di sejarah, dituliskan bahwa Fuld adalah salah seorang yang bekerja kepada Bond dan Kennard untuk memproduksi papan ini.

Cara menggunakan papan ini dibilang cukup standar bagi para spiritualis. Dengan masing orang yang hadir memegang penunjuk, (biasanya cukup satu jari saja) dan medium jg melakukan hal yang sama, maka arwah dipanggil dan akan "masuk" kepada medium. Medium dalam hal ini bisa berarti manusia (pemanggil arwah). Selanjutnya penanya akan menanyakan pertanyaan, dan penunjuk, yang dipegangi bersama2 tadi akan bergerak sendiri untuk menunjukkan angka atau huruf yang berkaitan dengan jawaban yang diberikan oleh sang arwah.

Banyak sekali kritik yang ditujukan kepada pengguna papan ouija ini. Salah satunya adalah bahwa dengan mata terbuka, si pengguna akan dapat mengarahkan penunjuk kearah mana dia ingin berbicara. Hal ini segera dibantah oleh para spiritualis. Para spiritualis percaya bahwa papan Ouija ini bisa dipakai untuk melakukan kontak langsung dengan dunia arwah, dan mereka merasa bahwa dengan menutup mata para medium, maka kemampuan komunikasi arwah akan berkurang jauh. Hal ini didasarkan bahwa roh yang ingin berbicara kepada para pengguna papan, menggunakan mata para medium untuk membantu mereka menunjukkan huruf atau angka mana yang ingin ditunjukkan. Oleh karena ini, beberapa orang percaya juga, bahwa papan ini tidak memiliki kekuatan, dan kekuatan sebenarnya berada di tangan medium yang mampu berkomunikasi dengan dunia arwah.

Sumber : cobaunik.blogspot.com
komentar (2) | | Read More...

Gudang Ilmu Jangan Sampai Berakhir di Gudang

Penulis : Unknown on Rabu, 24 April 2013 | 03.45

Rabu, 24 April 2013

 Selamat Hari Buku Sedunia! Siapa di sini yang pernah baca buku? Pasti semuanya pernah dong. Mulai dari waktu kecil sering baca buku cerita, udah gede dikit bacanya teenlit atau novel, gedean dikit baca buku yang paling bikin nangis, buku tabungan (pas liat sisa saldonya).

Buku itu banyak gunanya, lho. Selain buat dibaca dan nambah ilmu, ternyata buku bisa dipake buat nyepik. Misalnya, kamu lagi jalan-jalan di toko buku, terus liat yang kece lagi baca suatu buku. Kamu bisa ambil buku sejenis, terus pura-pura baca di deket dia, terus tinggal sepik, “Kamu suka buku ini juga?” Dan kemudian kamu akan kenalan, jalan, dan jadian... tentunya kalau semua berjalan lancar dan gak kembali ke tampang.

Menurut pantauan kami, setelah nanya-nanya, stalking, dan mengamati lingkungan sekitar, ada beberapa kelakuan yang biasa orang lakukan berhubungan dengan buku.

Ada orang yang beli buku buat keren-kerenan doang. Beli bukunya karena buku itu lagi rame diomongin banyak orang. Belinya pun ngebet banget, tanpa ngeliat review-review terlebih dahulu.

Berikutnya ada juga yang beli buku karena orang yang nulisnya adalah idola dia. Apalagi sekarang zamannya Twitter jadi seorang fans bisa terhubung langsung dengan idolanya –meski gak semuanya dapat balasan–. Tapi ketika si idola itu bikin buku, beli bukunya dengan harapan dapet mention dari idolanya. Kalo niatnya cuma itu, emang gak bagus sih. Tapi selama itu beli, ya lebih baik daripada yang minjem dan gak dikembaliin lagi.

Ada juga orang yang nyari buku karena lagi pedekate. Jadi pedekate-annya itu suka baca buku tertentu, terus dia jadi nyari buku yang sama kayak yang dibaca pedekate-annya, biar ada bahan obrolan.

Ada lagi orang yang beli buku karena kepengen doang. Pas jalan-jalan ke mal, liat-liat ke toko buku, nemu buku yang cover-nya menarik, diliat-liat, dipikir-pikir, “Kayaknya bagus nih.” Tapi terus pas dibawa ke rumah, dibaca dikit doang, gak kelar.

Tapi dari poin-poin di atas, itu masih lebih mending selama buku-buku itu dibaca... dan tentunya diapresiasi. Sekalipun bukunya boleh minjem, dijaga baik-baik dan jangan lupa dikembaliin ke yang punya. Kalau isinya jelek, ceritakan kenapa jeleknya dengan jujur, kalau bagus dipuji sewajarnya. Jangan biarkan buku –yang katanya gudang ilmu– itu berakhir gak terbaca di gudang.

Hayooo, siapa yang punya ‘utang’ belum kelar urusan sama buku dan sekarang bukunya dianggurin? Ayo ayo dituntaskan sekarang...

Siapa yang minjem buku tapi belum dikembaliin? Kembaliin sekarang!

Sumber : nyunyu.com

komentar (2) | | Read More...

7 Air Terjun Paling Maut di Dunia

 Air terjun memang bukan cuma soal pemandangan, tapi juga debit air dan ketinggiannya. Kalau Anda memang suka tantangan, coba hampiri 7 air terjun paling tinggi dan paling maut di dunia berikut ini.

Di luar pemandangannya yang dahsyat, beberapa air terjun di dunia dinilai paling maut karena ketinggiannya. Oleh karena itu, banyak traveler yang haus akan tantangan berdatangan mengunjunginya. Dilihat detikTravel dari situs Wonders World, ini dia hitung mundur 7 air terjun paling maut di dunia:


7. Yosemite Falls, AS
Dimulai dari nomor 7, ada Yosemite Falls di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat. Dengan tinggi mencapai 739 meter, air terjun ini menjadi primadona traveler dunia. Uniknya, air terjun ini memiliki beberapa lembah yang memecah jatuhnya air dari atas.

Pada ketinggian 436 meter, ada sebuah lembah berukuran cukup besar. Debit air yang cukup besar dari atas seakan menabrak lembah dan menghasilkan percikan air yang indah. Kemudian, air akan kembali jatuh ke bawah. Selanjutnya, ada juga lembah kecil di ketinggian 205 meter dan 97 meter.

Lembah-lembah tersebut tidak dibuat oleh manusia. Air terjun yang tinggi membuat tekanan air sangat besar, sehingga membuat lubang yang saat ini dikenal dengan nama lembah di Yosemite Falls.


6. Mutarazi Falls, Zimbabwe
Siapa sangka, ternyata Zimbabwe juga punya air terjun yang sangat tinggi dan cantik. Namanya Mutarazi Falls, air terjun setinggi 762 meter yang jatuh di Sungai Mtarazi. Ternyata, air terjun ini sudah sering didatangi oleh banyak traveler.

Mereka yang datang biasanya adalah yang suka tantangan. Para wisatawan tersebut biasa melompat bebas berbekal parasut dari puncak air terjun. Berbeda dengan Yosemite Falls yang memiliki lembah, Mutarazi Falls tampak polos tanpa halangan bagi yang mau terjun bebas hingga ke dasarnya.


5. Gocta Cataracts, Peru
Selanjutnya ada Gocta Cataracts di Peru yang punya 2 air terjun sekaligus. Keduanya mengalir dari ketinggian 771 meter menuju Sungai Cocahuayco. Air terjun ini sudah dikenal oleh warga sekitar selama berabad-abad. Tapi kemudian mendadak terkenal karena ilmuwan asal Jerman, Stefan Ziemendorff. Dirinya mengukur ketinggian air terjun dan mempopulerkannya.

Air terjun ini dikenal memiliki debit air yang besar. Saking besarnya, suara deburan airnya sudah terdengar dari radius beberapa kilometer.


4. Air Terjun Mongefossen, Norwegia
Hanya berbeda 2 meter dari Gocta Cataracts, Norwegia punya air terjun bernama Mongefossen dengan ketinggian 773 meter. Air terjun ini terlihat sangat cantik. Banyak juga wisatawan yang terjun bebas dari puncaknya.

Sayangnya, air di Mongefossen saat ini sudah tak sederas dulu. Airnya digunakan sebagian untuk pembangkit listrik tenaga air. Jadi saat musim panas, bisa jadi Mongefossen tak akan mengeluarkan air sedikitpun.


3. Air Terjun Ramnefjellsfossen, Norwegia
Berada di posisi ketiga dan masih di Norwegia, ada Ramnefjellsfossen yang memiliki ketinggian 818 meter. Air terjun yang juga dikenal dengan nama Utigardsfossen ini punya debit air yang sangat besar. Semua air tersebut mengisi Danau Lovatnet yang tenang dan indah.

Pada ketinggian sekitar 599 meter, air yang jatuh dari puncaknya 'singgah' terlebih dulu bebatuan yang cukup besar. Setelah itu, air kemudian kembali meluncur bebas menuju danau di bawahnya.


2. Tugela Falls, Afrika Selatan
Memiliki ketinggian 948 meter, membuat Tugela Falls dikenal sebagai air terjun tertinggi kedua di dunia. Air terjun ini berada di lereng Pegunungan Dragon yang masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Royal Natal.

Selain memiliki ketinggian yang dahsyat, Tugela Falls juga punya dinding yang cantik. Sesekali air terjun akan terpecah karena menghantam dinding batu yang menjorok keluar. Saat sore hari, Tugela Falls terlihat makin cantik. Air terjun ini akan disinari oleh cahaya matahari dan memantulkannya menjadi pelangi yang indah.


1. Angel Falls, Venezuela
Di ujung Gunung Auyantepui di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela, Amerika Selatan, air terjun ini mengalirkan air dari ketinggian 979 meter. Nama air terjun ini sebenarnya diambil dari nama pilot yang pertama kali terbang untuk mencari tambang emas pada tahun 1963. Pilot bernama James Crawford Angel tersebut kemudian melihat air terjun dan mendaratkan pesawat tidak jauh lokasi. Untuk mengenang penemuannya, maka air terjun tersebu diberi nama Angel Falls.

Saat air sedang banyak-banyaknya terjun dari atas, jangan pernah untuk berdiri persis di bawah air dengan maksud untuk merelaksasikan badan seperti yang bisa Anda lakukan di air terjun lainnya. Jika Anda memaksakan itu, bukan kesegaran yang bisa didapat, tapi malah justru sakit yang bisa Anda rasakan. Hati-hati juga jika berencana untuk terjun bebas dari puncaknya, sebab Angel Falls punya dinding berbatu tajam.

Sumber : terselubung.blogspot.com
komentar (18) | | Read More...

Sejarah Hari Ini

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Design Template by Mas Kentir | Support by creating website | Powered by Blogger